
Briket, bahan bakar padat yang terbuat dari serbuk kayu, serbuk arang, dan limbah pertanian, telah menjadi alternatif yang populer dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, seberapa baik kualitas briket yang kita gunakan? Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi uji kualitas briket dan parameter-parameter penting yang mempengaruhi kualitasnya. Mari kita mulai!
Uji Kualitas Briket
Briket merupakan jenis bahan bakar padat yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti serbuk kayu, serbuk arang, dan limbah pertanian. Untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan, dilakukan uji kualitas pada briket tersebut.
Menurut SNI 06-3730-1995, terdapat beberapa parameter uji yang mempengaruhi mutu briket, seperti kadar air, kadar abu, zat mudah menguap (volatile matter), karbon terikat (fixed carbon), kerapatan, kekuatan tekan, dan nilai kalor. Berikut merupakan beberapa parameter uji yang mempengaruhi kualitas briket.
Parameter Uji Yang Mempengaruhi Kualitas Briket
Kadar Air
Yang pertama, kadar air merupakan indikator penting dalam menentukan kualitas briket. Kadar air mengacu pada jumlah air yang masih terdapat dalam briket setelah melalui proses pemanasan. Semakin tinggi kadar air dalam briket, semakin menurun kualitasnya. Hal ini dikarenakan keberadaan air yang berlebihan dapat mempengaruhi kemampuan briket untuk terbakar dengan efisien.
Kadar air yang tinggi selain dapat mengurangi efisiensi pembakaran briket juga dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca.Briket dengan kadar air rendah cenderung memiliki nilai kalor yang lebih tinggi dan memberikan hasil pembakaran yang lebih baik. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kadar air dalam briket memenuhi standar yang ditetapkan agar kualitasnya optimal.
Kadar Abu
Selanjutnya, kadar abu adalah parameter penting dalam mengevaluasi kualitas briket. Kadar abu mengacu pada jumlah bahan yang tersisa setelah kayu atau bahan organik lainnya dipanaskan hingga berat konstan. Semakin tinggi kadar abu dalam briket, semakin rendah kualitasnya. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa abu memiliki kandungan yang tidak terbakar dan dapat mempengaruhi nilai kalor briket.
Kadar abu yang tinggi dapat menurunkan efisiensi pembakaran dan nilai kalor briket, sehingga mengurangi kualitasnya sebagai bahan bakar. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kadar abu dalam briket tetap rendah agar kualitas dan performanya optimal.
Zat Mudah Menguap (Volatile Matter)
Zat mudah menguap atau volatile matter adalah salah satu karakteristik penting dalam pembuatan briket. Kandungan volatile matter mengacu pada bahan-bahan organik yang mudah menguap pada suhu tinggi. Semakin tinggi kandungan volatile matter dalam briket, semakin mudah briket tersebut terbakar dan menyala. Hal ini berarti laju pembakaran briket akan semakin cepat dan efisien.
Kandungan volatile matter yang tinggi dalam briket juga mempengaruhi kemampuan briket untuk menghasilkan panas dengan cepat. Sehingga, briket dengan kandungan volatile matter yang tinggi sangat cocok digunakan dalam situasi di mana kita membutuhkan sumber panas yang segera tersedia, seperti saat memasak atau memanaskan ruangan.
Namun, perlu diingat bahwa kandungan volatile matter yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan briket menjadi terlalu mudah terbakar dan cepat habis. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan yang tepat dalam kandungan volatile matter saat memproduksi briket.
Karbon Terikat (Fixed Carbon)
Karbon terikat adalah jumlah karbon yang terkandung dalam briket setelah dilakukan proses pembakaran. Semakin tinggi kadar karbon terikat, semakin tinggi nilai kalor dari briket tersebut. Karbon terikat berperan penting dalam menentukan efisiensi pembakaran briket dan jumlah panas yang dihasilkan saat pembakaran. Semakin tinggi kadar karbon terikat, semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan oleh briket tersebut.
Kerapatan (Berat Jenis)
Kerapatan atau berat jenis adalah perbandingan antara massa suatu benda dengan volume yang ditempatinya. Semakin tinggi kerapatan briket, semakin padat dan berkualitas tinggi briket tersebut. Kerapatan yang tinggi pada briket dapat menghasilkan briket yang lebih padat dan tahan lama, serta menghasilkan lebih banyak panas saat dibakar.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan kerapatan briket berada dalam batas yang ditentukan agar menghasilkan briket yang berkualitas tinggi.
Kekuatan Tekan
Kekuatan tekan adalah kemampuan suatu benda untuk menahan tekanan atau beban tanpa mengalami kerusakan. Semakin tinggi kekuatan tekan briket, semakin kuat dan tahan lama briket tersebut. Kekuatan tekan yang tinggi pada briket dapat menghasilkan briket yang lebih tahan lama dan tidak mudah hancur saat digunakan.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan kekuatan tekan briket berada dalam batas yang ditentukan agar menghasilkan briket yang berkualitas tinggi.
Nilai Kalor
Nilai kalor adalah jumlah panas yang dihasilkan oleh pembakaran sempurna suatu bahan bakar. Semakin tinggi nilai kalor, semakin efisien dan berkualitas tinggi briket tersebut. Briket dengan nilai kalor yang tinggi dapat menghasilkan lebih banyak panas saat dibakar, sehingga lebih efisien dalam menghasilkan energi.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan nilai kalor briket berada dalam batas yang ditentukan agar menghasilkan briket yang berkualitas tinggi.
Untuk menguji kualitas briket, ada beberapa metode yang bisa digunakan. Salah satunya adalah uji kadar air dengan cara menguapkan air yang ada dalam bahan menggunakan oven pada suhu 100-105°C selama jangka waktu tertentu (3-24 jam) sampai semua air dalam bahan menguap dan berat bahan tidak berubah lagi.
Selain itu, penentuan kadar abu juga bisa dilakukan dengan cara membakar bahan dalam tanur (furnace) pada suhu 600°C selama 3-8 jam. Proses pembakaran ini akan membuat semua unsur pertama pembentuk senyawa organik (C,H,O,N) terbakar dan berubah menjadi gas.
Nah, itulah tadi beberap infomasi tentang parameter uji kualitas briket. Untuk mendapatkan briket ini bukanlah hal yang sulit karena sudah banyak yang jual arang briket ini baik dari online maupun offline. Terimakasih sudah membaca dan sampai jumpa!


