Pemahaman Tentang Aperture dalam Fotografi Perlu diketahui!

Pada artikel ini akan membahas mengenai pemahaman tentang aperture dalam fotografi. Semoga Anda dapat memahami pengaturan pengambilan gambar.

Sehingga kita bisa mengambil foto dengan hasil yang lebih memuaskan. Oke, tidak perlu banyak bicara lagi, mari kita mulai pembahasannya!

Pengertian Tentang Apa Itu Aperture?

Aperture adalah terbukanya lubang aperture pada lensa kamera. Kita tahu bahwa untuk bisa memotret, kamera bekerja dengan cara menangkap cahaya.

Saat kita membidik dan mengambil foto dengan kamera, cahaya melewati lensa kamera. Kemudian cahaya akan diteruskan ke sensor kamera.

Dan sensor inilah yang kemudian bertugas menangkap cahaya dan mengubahnya menjadi sinyal tegangan, yang kemudian diolah menjadi gambar digital dalam bentuk foto.

Pada lensa kamera biasanya terdapat lubang untuk diafragma, ukuran lubang tersebut dapat diperbesar atau diperkecil.

Tujuan utamanya adalah untuk mengontrol jumlah cahaya yang bisa masuk ke sensor kamera. Jadi kita bisa mengatur kecerahan gambar dengan memodifikasi ukuran lubang pada diafragma.

Nah, lubang pada diafragma inilah yang kita sebut dengan aperture kamera.

1. Aparture Pada Lensa Kamera

Biasanya, nilai aperture akan ditandai dengan huruf “f/number”. Misalnya: f/22, f/11, hingga f/1.8, dst. Jadi, huruf f pada kamera diikuti angka setelahnya menunjukkan nilai aperture pada lensa kamera tersebut. Namun apakah anda pernah mengira-ngira apa arti huruf f/ dan angka dibelakangnya? simak penjelasan selanjutnya

2. Arti Huruf f Pada Kamera

Angka di belakang huruf f/ merupakan nilai aperture lensa. Semakin besar angka di belakang f/, semakin kecil bukaan diafragma lensa.

Dan sebaliknya. Masih bingung? Oke, mari kita bicara lebih banyak. Besar kecilnya bukaan diafragma atau aperture merupakan hasil pembagian panjang fokus lensa, disebut juga panjang fokus, dengan nilai aperture itu sendiri.

Misalnya, jika panjang fokus lensa adalah 100 mm dan nilai aperture f/4, berarti aperture akan terbuka hingga diameter 25 mm. Angka 25mm diambil dari angka 100mm dibagi 4 (100:4 = 25).

Jadi, semakin kecil angka di belakang f/, maka aperture lensanya akan semakin besar. Sebaliknya, semakin besar angka di belakang f/, maka semakin kecil bukaan diafragma lensa.

Jika Anda masih bingung, silakan tinjau ilustrasi lensa di atas.

Fungsi Aperture dan Pengaruhnya Dalam Fotografi

Seperti yang kita ketahui, tidak semua lensa memiliki aperture yang sama. Misalnya, sebuah lensa mungkin memiliki aperture maksimum f/1.8.

Namun, lensa lain mungkin memiliki aperture maksimum hanya f/3.5. Hal ini dikarenakan setiap lensa mempunyai variasi panjang fokus yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, batas aperture setiap lensa juga akan berbeda. Nah sekarang kita akan membahas apa fungsi aperture kamera? Dan apa pengaruhnya terhadap hasil foto jika kita mengubah nilai aperture? Perhatikan ilustrasi di bawah ini.

Aparture Kamera Adalah

Foto yang diambil dengan aperture kecil akan tampak lebih gelap dibandingkan foto yang diambil dengan aperture besar.

Perhatikan bahwa pengaturan ISO dan kecepatan rana sama sekali tidak berubah. Kenapa begitu? Secara teori, aperture yang lebih besar akan memungkinkan lensa menangkap lebih banyak cahaya.

Dan karena sensor kamera menerima lebih banyak cahaya, maka gambar yang dihasilkan akan lebih terang. Sekali lagi, perhatikan bahwa pengaturan ISO dan kecepatan rana sama sekali tidak berubah.

Di bawah ini adalah contoh pengaturan kamera saat mengambil foto di dalam ruangan dan apa yang akan terjadi pada foto jika kita mengubah nilai aperture.

  1. f/22 + ISO 100 + Shutter speed 1/2 detik = Foto terlihat gelap
  2. f/11 + ISO 100 + Kecepatan rana 1/2 detik = Foto tampak lebih cerah
  3. f/2.0 + ISO 100 + Kecepatan rana 1/2 detik = Foto tampak paling terang