pangsa pasar lobster air tawar

Pangsa Pasar Lobster Air Tawar Sedang Bergairah!

Lobster air tawar merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki pangsa pasar yang besar karena lobster air tawar sendiri cukup diminati karena dagingnya yang enak, kandungan gizi yang tinggi, dan kemudahan budidayanya.

Permintaan akan lobster air tawar yang sedang bergairah di pasar domestik maupun pasar internasional membuat kita menjadi tertarik untuk mempelajari tentang pangsa pasar lobster air tawar yang relatif cukup besar.

Apa Itu Pasar?

pangsa pasar lobster air tawar

Pertama – tama kita harus mengetahui dulu pengertian dari pasar itu tersendiri. Jika menurut para ahli seperti William J. Stanton, ia berpendapat bahwa pasar adalah sekumpulan orang yang memiliki suatu kepentingan yang puas, yaitu uang yang digunakan untuk belanja.

Selain itu pasar juga sebagai tempat yang memiliki kemauan untuk membelanjakan uang tersebut. Jika dari ahli yang lain berpendapat seperti Ehrenberg et al (2003), ia mengartikan pasar sebagai  tempat perjumpaan antara pembeli dan penjual.

Barang maupun jasa sebagai produk yang dipertukarkan oleh sang pembeli dan penjual. Dalam pertukaran itu muncul harga akan barang atau jasa yang dipertukarkan.

Dari beberapa pendapat ahli diatas, bisa kita tarik kesimpulan jika pasar adalah tempat dimana bertemunya antara penjual dan pembeli. Pasar juga merupakan tempat dimana terjadi transaksi antara penjual dan pembeli akan suatu jasa atau barang.

Pasar juga menjadi tempat dimana harga tercipta, karena di pasar terjadi suatu fenomena yang bisa menciptakan harga yaitu stok barang dan permintaan. Jika stok barang banyak permintaan sedikit, maka harga barang tersebut akan menjadi murah. Jika yang terjadi adalah stok barang sedikit dan permintaan banyak, maka harganya akan menjadi mahal.

Pasar yang dimaksud juga mencakup dua jenis pasar, yaitu pasar domestik (lokal) dan pasar internasional. Nanti kita akan membahas pasar lobser air tawar yang ada di jangkauan domestik dan internasional.

Pangsa Pasar

Setelah memahami apa itu pasar, selanjutnya kita akan mempelajari tentang apa itu pangsa pasar. Jika kita mengutip pengartian pangsa pasar dari Wikipedia, pangsa pasar (market share) adalah persentase dari total pendapatan atau penjualan di pasar yang dibuat oleh bisnis perusahaan.

Misalnya, jika ada 25.000 unit terjual per tahun di industri tertentu, perusahaan yang penjualannya 2.500 unit akan memiliki 10 persen pangsa pasar itu. Untuk contoh bagaimana pangsa pasar bekerja, kita ambil contoh pangsa pasar lobster air tawar di kancah internasional.

Misalkan disuatu negara Indonesia mengekspor 150.000 ekor lobster air tawar, ada suatu PT peternak lobster kita sebut PT LA, mengekspor total 52.500 ekor ke negara tersebut. Lalu ada PT LB yang mengekspor lobster air tawar sebanyak 37.500 ekor ke negara tersebut. Sisanya berasal dari beragam PT peternak lobster air tawar lainnya.

Dari data diatas bisa ditarik kesimpulan jika, PT LA memegang 35% dari total ekspor lobster air tawar, PT LB memagang 25% dari total ekspor lobster air tawar, dan sisa 40%nya berasal dari PT pesaing lainnya. Disituasi ini, PT LA adalah pemegang pangsa pasar lobster air tawar terbesar karena telah berhasil mengekspor 35% lobster air tawar sendiri dari total 150.000 ekor lobster air tawar.

Potensi Pasar Lobster Air Tawar

Pangsa Pasar Lobster Air Tawar

Potensi pasar lobster air tawar sangat besar, terutama di negara-negara Asia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Cina, yang merupakan konsumen utama produk ini. Selain itu, permintaan dari negara-negara Eropa dan Amerika Utara juga terus meningkat seiring dengan kesadaran akan manfaat kesehatan dari konsumsi lobster air tawar.

  1. Pasar Domestik: Di Indonesia, permintaan lobster air tawar terus meningkat. Restoran dan hotel-hotel berbintang menjadi konsumen utama. Konsumen domestik semakin menyukai lobster air tawar karena rasanya yang enak dan kandungan proteinnya yang tinggi. Selain itu, meningkatnya pendapatan masyarakat dan kesadaran akan pentingnya makanan sehat juga turut mendorong permintaan lobster air tawar.
  2. Pasar Internasional: Di pasar internasional, lobster air tawar Indonesia memiliki potensi besar. Ekspor lobster air tawar ke negara-negara seperti Cina, Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa menunjukkan tren positif. Hal ini disebabkan oleh kualitas lobster air tawar Indonesia yang diakui dunia, serta meningkatnya permintaan di pasar global.

Faktor Pendukung Pertumbuhan Pasar

Beberapa faktor utama yang mendukung pertumbuhan pasar lobster air tawar adalah:

  1. Kemudahan Budidaya: Budidaya lobster air tawar relatif mudah dan dapat dilakukan di berbagai tempat, termasuk di lahan sempit dan kolam buatan. Teknologi budidaya yang terus berkembang juga memudahkan para peternak untuk meningkatkan produksi.
  2. Permintaan Tinggi: Permintaan akan lobster air tawar terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan pendapatan masyarakat. Selain itu, perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin mengutamakan makanan sehat juga menjadi faktor pendorong.
  3. Kualitas Produk: Lobster air tawar memiliki daging yang lembut, rasa yang lezat, dan kaya akan nutrisi. Kandungan proteinnya yang tinggi serta rendah lemak membuatnya menjadi pilihan makanan sehat yang diminati oleh banyak orang.

Tantangan dalam Pasar Lobster Air Tawar

Meskipun memiliki potensi besar, pasar lobster air tawar juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan pertumbuhan.

  1. Masalah Lingkungan: Budidaya lobster air tawar yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan masalah lingkungan, seperti pencemaran air dan kerusakan ekosistem. Oleh karena itu, diperlukan penerapan praktik budidaya yang ramah lingkungan.
  2. Persaingan Pasar: Persaingan di pasar lobster air tawar cukup ketat, baik dari sesama produsen domestik maupun internasional. KIta harus mampu menjaga kualitas dan harga produk agar tetap kompetitif.
  3. Ketergantungan pada Pasar Ekspor: Meskipun pasar domestik terus berkembang, banyak dari kita masih bergantung pada pasar ekspor. Naik turunnya permintaan dan kebijakan perdagangan internasional dapat mempengaruhi kestabilan pasar.
  4. Kendala Teknologi: Meskipun teknologi budidaya telah berkembang, masih banyak dari kita yang mengalami kesulitan dalam mengakses teknologi dan informasi terkini. Hal ini dapat menghambat peningkatan produksi dan kualitas lobster air tawar.

Keuntungan yang Bisa Didapatkan dari Pasar Internasional

Menurut pengalaman beberapa orang yang mengekspor lobster air tawar ke luar negeri seperti, Singapura, Cina, Amerika Serikat, Jepang, dan negara lainnya. Seperti misalkan ada peternak lobster air tawar yang rajin mengekspor lobster air tawarnya ke Singapura sebanyak 200 kg.

Paket 200 kg tersebut berisikan 1.000 – 1.500 lobster air tawar yang memiliki ukuran sekitar 6 – 7 inci. Untuk harganya sendiri itu sekitar $20 dollar Singapura per ekor yang jika kita konversikan ke rupiah yang sekarang berarti Rp 242.738 ($1 = Rp 12.134). Berarti total pendapatan peternak tersebut sekali ekspor berkisar antara Rp 242.738.000 – Rp 364.107.000.

Namun permintaan lobster air tawar di Singapura memiliki beberapa syarat, salah satunya ialah bebas dari white spot syndrome virus (WSSV). Salah satu alasan kenapa permintaan lobster air tawar di pasar global cukup tinggi dikarenakan lobster air tawar memiliki kadar kolestrol yang lebih rendah.

Cara Mengekspor Lobster Air Tawar

Pangsa Pasar Lobster Air Tawar

Untuk bisa bersaing di pangsa pasar lobster air tawar yang ketat, sudah sewajarnya kita ingin bersaing juga di pasar global. Maka disini kita akan mempelajari cara – cara untuk ekspor lobster air tawar.

1. Sudah Memiliki Surat Izin dan Sertifikat yang Lengkap

Surat izin dan sertifikat yang dimaksud agar bisa melakukan kegiatan ekspor lobster air tawar, ialah:

  1. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP): SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh pemerintah kepada suatu perusahaan atau individu yang ingin melakukan usaha di bidang perikanan. Izin ini memperlihatkan bahwa perusahaan atau individu tersebut sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah dan diizinkan untuk menjalankan usaha perikanan.
  2. Izin Usaha Perikanan (IUP): IUP adalah izin yang diberikan kepada peternak lobster yang ingin melakukan ekspor. Izin ini menunjukkan bahwa peternak tersebut telah memenuhi standar kualitas dan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
  3. Sertifikat Kelayakan Lobster (SKL): SKL adalah sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM). Sertifikat ini memperlihatkan bahwa lobster yang akan diekspor sudah bebas dari penyakit dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
  4. Sertifikat Asal: Sertifikat asal adalah dokumen yang menunjukkan berasal dari mana barang ekspor. Sertifikat ini dikeluarkan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan diperlukan untuk memastikan bahwa barang ekspor berasal dari Indonesia.
  5. Sertifikat Halal: Sertifikat halal diperlukan untuk pasar Timur Tengah atau orang Islam di luar negeri. Sertifikat ini menunjukkan bahwa lobster yang diekspor telah diproses sesuai dengan hukum Islam.

2. Tentukan Negara Tujuan

Penting disini untuk menentukan negara mana yang akan dituju. Ini dapat memudahkan kita untuk memilih pengiriman, pengemasan, dan mengecek kembali apakah kualitas lobster air tawar kita sudah sesuai dengan syarat yang telah ditentukan oleh negara yang dituju.

3. Memenuhi Persyaratan Dokumen Negara yang Dituju

Cara ekspor lobster air tawar selanjutnya yaitu memahami berbagai persyaratan dokumen. Dibawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, ada beberapa syarat khusus ekspor lobster air tawar. Eksportir harus membudidayakan lobster dan melepaskan lobster secara liar sebanyak 2 persen dari hasil. Selanjutnya, eksportir harus memiliki dokumen seperti:

  • Dokumen bukti sudah menjalankan budidaya lobster air tawar.
  • Surat yang menyatakan telah menjadi eksportir sah.
  • Dokumen perjanjian kerja atau kegiatan pelepasliaran lobster yang disaksikan dan ditandatangani oleh pihak yang bersangkutan.

4. Perhatikan Pengemasan Lobster Air Tawar

Lobster air tawar harus dibungkus dengan steril dan bebas dari bakteri. Cara ekspor lobster air tawar ini harus dipantau dengan ketat, untuk dapat meningkatkan kualitas lobster air tawar hingga ke tangan konsumen.

Pastikan lobster tidak berada dalam kondisi yang terhimpit atau terlalu berdekatan satu sama lain. Berikan jarak antara satu lobster dengan lobster lainnya, sehingga oksigen dapat mengalir dengan lancar selama proses pengiriman. Eksportir juga dapat menggunakan es batu pada bagian sudut kemasaan untuk memperlambat pergerakan lobster.

Guna mendukung pengemasan yang aman, cara ekspor lobster air tawar dapat menggunakan kontainer yang memiliki pendingin. Eksportir bisa mengirim lobster ke berbagai negara tanpa harus cemas akan kualitas lobster. Unit kontainer yang memiliki pendingin dapat diatur suhunya hingga -40°C (kondisi mesin baru) dan dijadikan sebagai tempat penyimpanan beku.

Tersedia ukuran container pendingin yaitu 20 kaki dan 40 kaki. Eksportir dapat menyesuaikannya dengan jumlah lobster yang diangkut. Unit peti kemas juga dapat diubah untuk ditambahkan rak untuk menyusun lobster serta tirai untuk menjaga suhu tidak turun dengan cepat ketika pintu dibuka.

Pengen mempelajari langsung bagaimana pangsa pasar lobster air tawar bekerja? Kalian bisa mempelajarinya di Pelatihan Budidaya Lobster Air Tawar. Bukan hanya mendapatkan pelatihan tentang bagaimana cara budidaya lobsternya saja, tetapi kalian juga akan mempelajari dari sisi pemasaran dari budidaya lobster air tawar.