Kualitas Arang Briket dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya

Arang Briket Jogja – Arang briket adalah salah satu jenis bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Briket arang terbuat dari arang yang dicampur dengan bahan pengikat dan dibentuk menjadi potongan padat. Arang briket dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti memasak, pemanas, pembangkit listrik, atau industri. Kualitas arang briket juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: bahan baku, komposisi, proses pembuatan, dan standar mutu.

Kualitas Arang Briket Serta Faktor-faktor yang Mempengaruhinya

Sayangnya, tidak semua jenis arang briket memiliki kualitas yang sama baiknya. Kualitas arang briket dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

Bahan Baku

Arang briket membutuhkan bahan baku yang harus bersih, kering, dan tidak mengandung zat beracun seperti plastik, logam, atau bahan kimia. Bahan baku yang berkualitas juga akan menghasilkan arang briket yang berkualitas.

Jenis kayu yang digunakan untuk membuat arang juga mempengaruhi kualitas arang briket. Kayu keras seperti kayu ulin, jati, mahoni, dan sengon seringkali menghasilkan arang briket berkualitas tinggi.

Kayu ini memiliki nilai kalor yang tinggi, kandungan karbon terikat yang banyak, kadar abu yang rendah, dan aroma asap yang sedap.

Komposisi

Komposisi arang pada arang briket harus seimbang antara karbon, oksigen, hidrogen, dan nitrogen. Seimbangnya komposisi yang ada akan meningkatkan nilai kalor dan efisiensi pembakaran arang briket.

Selain itu, komposisi campuran antara arang dengan bahan pengikat juga mempengaruhi kualitas arang briket.

Bahan pengikat berfungsi untuk membuat arang menjadi lebih padat dan kokoh. Bahan pengikat yang umum digunakan adalah tepung kanji, tepung sagu, atau pati singkong. Takaran pengikat yang ideal adalah sekitar 10-15% dari berat arang.

Standar Mutu

Arang briket di Indonesia mengacu pada SNI 01-6235-2000. Standar ini menetapkan beberapa parameter yang harus dipenuhi oleh arang briket, yaitu:

Kadar Air

  • Kadar air arang briket maksimal 10%.
  • Kadar abu. Kadar abu arang briket maksimal 5%.
  • Zat mudah menguap. Zat mudah menguap arang briket maksimal 35%.
  • Karbon terikat. Karbon terikat arang briket minimal 60%.
  • Nilai kalor. Nilai kalor arang briket minimal 5.000 kal/g4.

Arang briket juga memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan arang biasa, seperti:

Lebih Tahan Lama

Arang briket memiliki massa jenis yang lebih tinggi dan kadar air yang lebih rendah dibandingkan arang, sehingga dapat terbakar lebih lama dan stabil.

Lebih Bersih

Arang briket menghasilkan asap dan abu yang lebih sedikit dibandingkan arang, sehingga tidak mencemari udara dan menjaga kebersihan lingkungan.

Lebih Murah

Arang briket dapat dibuat dari sampah organik yang banyak tersedia dan murah, seperti serbuk gergaji, sekam padi, sabut kelapa, atau tempurung kelapa.

Lebih Ramah Lingkungan

Arang briket tidak memerlukan penebangan pohon yang dapat menimbulkan kerusakan hutan dan ekosistem, sehingga dapat menjaga keseimbangan alam dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kesimpulan
Arang briket adalah salah satu jenis bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan dan hemat biaya. Arang briket memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan arang biasa, seperti lebih tahan lama, lebih bersih, lebih murah, dan lebih ramah lingkungan.

Untuk mendapatkan arang briket yang berkualitas, perlu memperhatikan faktor-faktor tersebut dengan baik. Arang briket yang berkualitas akan memberikan manfaat yang optimal bagi pengguna dan lingkungan.

Kelebihan Arang Briket

1. Efisiennya dalam penggunaan energy
2. Bahan bakar yang ramah lingkungan
3. Panas yang dihasikan sangat stabil
4. Lebih bersih dibanding yang lain
5. Tidak Perlu Ijin dalam penggunaannya.