cara menjual hasil panen lele
|

Cara Menjual Hasil Panen Lele, Strategi Efektif untuk Sukses

Bisnis budidaya ikan lele sekarang dari hari ke hari mulai menjanjikan. Apakah kalian ingin mengetahui bagaimana cara menjual hasil panen lele? , Selain itu budidaya nya sangat mudah dilakukan dan tidak memakan energi, mengingat ikan lele adalah hewan ommivora atau bisa dipanggil pemakan segala dan gampang dirawat.

Bagaimana tidak permintaan pasar ikan lele sebagai konsumsi terus meningkat seiring berjalan nya waktu , Jika demikian simak artikel dibawah ini dan ikuti langkah – langkah nya. Berikut penjelasanya.

Langkah – Langkah Sebelum Menjual Hasil Panen Lele

cara menjual hasil panen lele

1. Mengidentifikasi Pasar Target untuk Menjual Lele

Langkah pertama cara menjual hasil panen ikan lele yang perlu kita dahulukan  adalah mengidentifikasi pasar target. Lalu kenali segmentasi pasar yang tepat untuk ikan lele anda, Seperti restoran, hotel, pedagang lokal atau konsumen langsung. Mengenali pasar target bisa sangat membantu dalam upaya penjualan dan pemasaran ikan lele karena dengan cara ini akan lebih efektif.

2. Kualitas dan Kebersihan Kolam Ikan Lele

Pastikan ikan lele yang dijual memiliki kualitas yang bagus dan segar, jangan lupa kebersihan kolam ikan lele harus dicek setiap hari dan dirawat dengan benar supaya dalam keadaan baik.

Kebersihan dan kualitas sangat berpengaruh karena jika semua nya kurang kepercayaan pelanggan dan konsumen bisa menurun dan pendapatan kita akan menurun dengan seiring nya waktu berjalan, jadi kita perlu membersihkan dan merawat kolam supaya tetap bersih.

3. Penanganan dan Pengemasan Ikan Lele

Pada langkah ini yang perlu diperhatikan adalah pada penanganan dan pengemasan ikan lele dengan baik. Pastikan ikan lele mengalami penanganan yang hati-hati disaat akan dipindahkan dari kolam ke tempat penjualan.

Gunakan plastik atau wadah yang sesuai untuk ikan agar kesegarannya dapat terjaga dan tidak terkontaminasi dengan bakteri. Pengemasan yang bagus dan baik akan membuat pelanggan tertarik dan dapat bertahan lebih lama.

4. Menjalin Kerja Sama Dengan Pedagang atau Restoran

Jika ingin membangun kerja sama dengan pedagang atau restoran bisa menjadi strategi yang bagus dan lebih efektif untuk menjual ikan lele secara massal. Kalian bisa menyampainkan manfat dan keunggulan ikan lele kepada pihak yang ingin kita ajak kerja sama, buat agar mereka tertarik dan ingin membeli ikan lele Anda.

Jalin hubungan yang baik dan buat penawaran khusus, seperti harga yang terjangkau atau bisa juga dengan pelayanan yang ramah, untuk menarik minat.

5. Pemasaran  Melalui Digital / Online

Memanfaatkan internet di era sekarang sangat berguna karena pada era sekarang masyarakat menggunakan internet yang memiliki jaringan informasi yang banyak.

Buat akun sosial media pastikan anda selalu aktif, upload seperti vidio atau foto – foto menarik dari produk ikan lele anda melalui platfrom online seperti website dan marketplace. Dengan memanfaatkannya anda dapat mencapai pelanggan yang banyak secara potensial.

6. Customer Servis yang Ramah

Berikan pelayanan kepada pelanggan yang ramah dan responsif. Tanggapi pertanyaan atau permintaan pelanggan dengan cepat dan baik agar pelanggan tidak lama menuggu. Berikan infromasi yang tepat dan akurat tentang produk ikan anda. Dengan pelayanan yang ramah kepada pelanggan , dapat membangun hubungan yang baik antara anda dan pelanggan.

7. Berikan Penawaran dan Diskon

Memberikan penawaran atau diskon untuk pelanggan dapat menarik minat pembeli. Karena pada dasarnya pelanggan akan membeli dimana tempat yang murah dan ada diskon, bonus juga bisa memberikan pengaruh kepada pelanggan.

8. Pelajari dan Upgrade Pada Strategi Pemasaran

Selalu pelajari dan upgrade skill pemasaran anda. Pantau trending pasar dan cek kebutuhan pelanggan, Sesuaikan strategi pemasaran dengan perubahan pasar. Teruslah mencari berbagai cara – cara baru untuk menjual dan memasarkan ikan lele agar pendapatan tetap kompetitif di pasar.

Dengan menerapkan langkah – langkah diatas , Anda dapat meningkatkan peluang dalam bersaing didunia bisnis menjual dan memasarkan ikan lele. Pada dasarnya semua itu butuh proses dan itu tidak mudah jadi anda harus Optimis dan Konsisten, hal ini sangat efektif dan akan membantu mencapai kesuksesan dalam menjual ikan lele kepada pelanggan yang membutuhkan.

Baca Juga : Pelatihan Budidaya Lele

Cara Menjual Ikan Lele Dengan Benar

cara menjual hasil panen lele

Pada dasarnya ikan lele juga makanan, penjual dan pedagang biasanya mengolah ikan lele menjadi makanan. Dibawah ini beberapa cara menjual dengan benar :

1. Menjual ke Tempat Makan Dengan Menu Ikan Lele

Bisa warteg dan warung makan tenda pecel lele, bisanya tempat seperti ini banyak membutuhkan suplai ikan lele karena ramai nya orang yang makan di tempat tersebut. Asal kamu tahu biasanya warung tenda menyajikan 35 – 75 porsi pecel lele, ukuran yang biasanya dibeli isi 9-10 perkilo sekitar 5kg lele per warung atau warteg. Cari setidaknya 5 atau lebih warung yang sedia menerima suplai ikan lele secara rutin.

2. Menjual ke Pedagang yang ada di Pasar atau Menjual Sendiri

Penjual lele yang berlangganan biasanya menghabiskan 75 – 100kg lele per hari. Kalau hasil panennya belum banyak anda bisa mencoba menjual sendiri ke pasar. Menjualnya bisa langsung atau lewat pedagang yang sudah ada atau sudah punya tempat jualan. Jika tidak ada tukang sayur keliling anda bisa menjualnya ke mereka pastikan masih segar dan bersih, boleh tanpa bumbu atau tidak.

3. Menjual ke Tempat Pengepul

Kalau pada saat panen ikan lele mengalami panen yang banyak caru pengepul, menjualnya kepada mereka bukan lah tidak mungkin karena mereka bisa menerima banyak ikan lele tetapi dalam catatan harga murah tetapi semua tergantung negosiasi kedua belah pihak.

4. Menjual dalam Keadaan Sudah Bumbu atau Siap Goreng

Keadaan yang berpengaruh biasanya bersih, bumbu meresap, dan siap goreng. Ini yang bisa dijual kepada penjual sayur keliling, bisa juga ke ibu-ibu yang sering update jualannya untuk menjadi reseller.

Lele beku atau Lele Frozen yang disimpan di freezer dapat bertahan lama hingga mencapai satu minggu lebih jika dalam pengolahannya benar.

5. Menjual Sebagai Ikan Lele Asap

Ikan lele asap jaeang dilakukan karena butuh modal tambahan. Kebutuhan lele asap yang banyak dan masyarakat belum banyak yang tau menyebabkan sedikit orang yang menjualnya. Tetapi ikan lele asap sangat enk jika dijadiin mangut, keunggulan yang dimiliki lele asap adalah bisa tahan lama.

6. Ikan Lele yang Terlalu Besar

Biasanya ikan lele yang terlalu besar dijadikan abon atau sekalian dijadikan indukan karena hal ini sangat menguntungkan.

Cara Menghitung Harga Jual Lele

Dalam memulai budidaya ikan lele tentu ada cara nya,  penting bagi peternak untuk melakukan sebuah perhitungan yang tepat agar tidak mengalami kerugian. Mungkin dibawah adalah beberapa langkah yang berguna membantu menentukan harga jual ikan lele, ini juga dapat diterapkan pada jenis budidaya lainnya.

Baca Juga : Cara Budidaya Lele

1. Menetukan Harga Benih Lele

  • Benih Ikan (Bahan Baku) => 2.000.000
  • Pakan Benih => 10.000.000
  • Tenaga Kerja Langsung => 3.000.000
  • Overhead yang dibebankan => 500.000

Misalnya, jika total biaya adalah Rp.2.000.000,- untuk 10.000 benih, maka harga per benih adalah Harga per benih = 2.000.000 / (dibagi) 10.000 = Rp.200

2. Menghitung Biaya Pakan Lele

  • Pelet dengan jumlah 3 karung (sampai panen) => Rp.300.000 / karung   => Rp.900.000,-
  • Ayam mati jumlah 1 per minggu (12 minggu) => Rp.5000 => Rp.60.000,-
  • Bahan tambahan => Rp.100.000,-
  • Total semuanya sekitar => Rp.1.060.000,-

Menentukan jumlah pakan lele adalah langkah yang tepat karena dalam budidaya ikan lele sangat penting untuk memastikan pertumbuhan secara optimal dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak.

3. Menetapkan Gaji Tenaga Kerja Langsung

  • Memberi pakan dengan jumlah jam 3 jam sehari (30x) => Rp.3000 => Rp.270.000
  • Kontrol jumlah jam 2 jam seminggu (4x) => Rp.3000 => Rp.32.000
  • Jaga jumlah jam 5 jam sehari (30x) => Rp.1000 => Rp.150.000
  • Lain – Lain jumlah jam 1 jam sehari (30x) => Rp.1000 => Rp.30.000
  • Total Gaji Pegawai Per Bulan => Rp.482.000
  • Panen => Rp. 100.000

Dengan memperhitungkan beban kerja, jumlah jam yang diperlukan, serta berbagai pertimbangan lainnya, pemilik usaha budidaya dapat mendeskripsikan tugas pekerjaan secara jelas.

Sehingga hal ini memungkinkan untuk pemberian gaji yang sesuai dan adil bagi pegawai atau tenaga kerja langsung.

4. Perkiraan Biaya Overhead

  • Obat => Rp.50.000
  • Tenaga Kerja tambahan => Rp.100.000
  • Kerusakan Kolam => Rp.100.000
  • Pengurasan => Rp.100.000
  • Lain – Lain => Rp.50.000,-
  • Total semuannya => Rp.500.000,-

Biaya overhead adalah pengeluaran yang diperlukan untuk mendukung operasional suatu bisnis, akan tetapi secara langsung ini akan terkait dengan proses produksi barang maupun jasa.

Biaya ini mencangkup berbagai pengeluaran yang harus dikeluarkan secara terus-menerus, terlepas dari volume produksi. Selain itu, biaya overhead memiliki contoh seperti sewa gedung, biaya listrik, gaju pegawai non-produksi, dan biaya administrasi.

Secara umum, biaya overhead dibagi menjadi 3 yaitu sbb:

  1. Biaya Overhead Tetap: Biaya ini jumlahnya tidak berubah meskipun tingkat produksi bervariasi, seperti sewa gedung dan gaji tetap
  2. Biaya Overhead Variabel: Biaya yang satu ini berubah sesuai dengan tingkat aktivitas bisnis, misalnya biaya periklanan atau bahan habis pakai.
  3. Biaya Overhead Semi-Variabel: Biaya yang terakhir memiliki sebuah komponen tetap dan variabel, seperti biayanya yang dapat bervariasi tergantung penggunaannya.

5. Merangkum Total Pengeluaran Produksi

  • Sewa Tanah => Rp.100.000 umur (ketahanan) 1 tahun => Rp.100.000          => Rp. 8400 per bulan.
  • Bikin Kolam => Rp.1.000.000 umur (ketahanan) 2 tahun => Rp.1.000.000    => Rp.41700 per bulan.
  • Peralon dsb => Rp.500.000 umur (ketahanan) 3 tahun => Rp.500.000          => Rp.13900 per bulan.
  • Peralatan Kolam => Rp.500.000 umur (ketahanan) 2 tahun => Rp.500.000  => Rp. 21000 per bulan.
  • Lain – lain => Rp.500.000 umur (ketahanan) 2 tahun => Rp.500.000             => Rp,21000 per bulan.
  • Total Biaya Penyusutan => Rp. 106.000,-

Beginilah kira-kira cara menghitungnya { Total Biaya = Biaya Benih + Biaya Pakan + Biaya Tenaga Kerja + Overhead } . Contohnya perhitungan : Total Biaya = Rp.2000 + Rp.5000 + Rp.10.000 + Rp.50.000 = Rp.67.000,-

6. Menetukan Harga Jual per Kilogram

  • Benih ikan (bahan baku) dengan jumlah 10.000 benih => Rp.2.000.000,-
  • Pakan Benih => Rp.1.060.000,- (1 kolam)
  • Tenaga Kerja Langsung dengan jumlah 2 orang => Rp.964.000,-
  • Overhead yang dibebankan => Rp.500.000,-
  • Total Biaya Proses Budidaya => Rp.4.524.000,-
  • Pendapatan jumlah Rp.4.524.000 x 150% (1000kg) => Rp.6.786.000,-
  • Laba Kotor dengan jumlah Rp.6.786.000 – Rp.4.524.000 => Rp.2.262.000,-
  • Penyusutan => Rp.106.000,-
  • Biaya Panen dengan jumlah Tenaga kerja tambahan => Rp.100.000,-
  • Biaya Tambahan dengan jumlah teleportasi dan lain-lain => Rp.400.000,-
  • Laba Bersih jumlah Rp.2.262.000 – Rp.606.000 => Rp. 1.656.000

Berdasarkan panduan diatas , hal ini bertujuan untuk menghitung total biaya yang dikeluarkan serta memperkirakan keuntungan yang dapat diperoleh dalam proses budidaya ikan lele.

Kesimpulan

Pada artikel ini anda akan mengetahui cara menjual hasil panen ikan lele dengan benar dan menguntungkan disisi lain, artikel ini juga menyebutkan beberapa makanan olahan dan cara membuatnya. Menjual hasil panen ikan lele juga membutuhkan strategi yang terencana, seperti identfikasi target pasar terlebih dahulu, lalu tentukan harga kompentitif, menjaga kualitas ikan lele, dan memanfaat promisi online ataupun offline.

Produk ikan lele juga perlu terversifikasi kemitraan supaya pelanggan akan tetap dan meningkatkan nilai jual serta stabilitas pendapatan. Dengan distribusi yang efisien dan pemasaran yang efektif hasil panen ikan lele dapat dijual secara optimal dan mendapatkan untung yang banyak. Mungkin penjelasan sedikit tentang cara menjual hasil panen lele akan membantu anda dalam cara menjual dengan benar .