Begini Nih Cara Bisnis Catering Nasi Kotak Pada Zaman Sekarang
Usaha catering atau nasi kotak merupakan salah satu bisnis kuliner yang banyak diminati dimasa sekarang ini. Banyak juga kalangan muda yang menekuni bisnis catering box ini karena memang bisnis yang potensial dan enggak ribet.
Catering box adalah usaha makanan yang melayani kebutuhan makanan dalam bentuk menu makanan dalam bentuk karton kotak yang berisikan nasi dan lauk pauk. Isi dari nasi kotak biasanya terdapat nasi, sayuran tumis, tahu tempe dan olahan daging. Biasanya ditambah dengan minuman kemasan yang termasuk di dalam kotak nasi tersebut.
Pada umumnya usaha catering box diperuntukan untuk melayani kebutuhan acara seperti acara rumahan, acara kantor, acara pabrik, acara pernikahan serta event-event tertentu. Oleh karena itu mari kita masuk kedalam pembahasannya. Lets go!
Peluang Usaha Bisnis Catering
Lalu bagaimana dengan peluang bisnis catering box ini? Usaha ini mempunyai potensi yang sangat besar. Apalagi jika bisnis ini dijalanan di kota besar yang padat ritinitas.
Bisnis catering ini bisa ditawarkan ke berbagai kantor, kampus, pabrik. Bisnis ini bisa juga dijalankan secara online dengan membuat nama brand catering sendiri untuk melayani event-event tertentu.
Umumnya setiap hari untuk para pekerja, karyawan, dosen atau siapapun yang bekerja di sebuah kantor. Terutama catering yang diperuntukan untuk makan siang untuk orang banyak yang biasanya untuk kantor dan pabrik.
Apalagi jika terdapat acara atau event-event tertentu seperti acara kantor, seminar, workshop, dan acara penting kantor yang dihadiri banyak tamu. Nah, disinilah peluang para pengusaha catering akan menawarkan jasanya ke perusahaan yang bersangkutan.
Modal Biaya Usaha Catering
Setiap usaha pasti memiliki modal untuk memulai suatu usaha. Lalu yang menjadi pertanyaan saat ini adalah berapa sih modal untuk memulai usaha catering? Berikut pejelasannya.
-
Investasi Awal
Investasi Awal terdiri dari belanja peralatan memasak seperti wajan, kompor, dan lain-lain. Biaya yang diperlukan untuk membeli bahan-bahan adalah Rp. 4.000.000.
-
Biaya Oprasional
Dibawah ini adalah rincian biaya oprasional, antara lain:
- Upah pegawai sebanyak 3 orang masing-masing Rp. 2.000.000 jadi total Rp. 6.000.000
- Biaya listrik, bahan baku makanan, biaya gas elpigi dan biaya transportasi sebesar Rp. 7.000.000
- Biaya lain-lain yang tak terduga Rp. 1.000.000
Total estimasi biaya modal oprasional yang diperlukan sekitar Rp. 14.000.000 dan ditambah biaya investasi awal yaitu Rp. 4.000.000. Maka biaya total modal usaha catering dari awal yaitu sebesar Rp. 18.000.000.
Omzet Usaha Catering
Bisnis catering merupakan bisnis yang sangat menjanjikan, terlebih jika sudah memiliki pelanggan tetap. Jika bisnis memiliki rata-rata melayani 40 porsi per hari, berapa ya omzetnya dalam satu bulan?
Jika 30 porsi per hari dengan harga barang yaitu Rp. 20.000 per kotaknya. Maka omzet sehari adalah Rp. 20.000 x 40 = Rp. 800.000 dan dalam sebulan pihak catering bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp. 800.000 x 40 = Rp. 32.000.000 dan akan dikurang dengan modal dan biaya oprasional sekitar Rp. 18.000.000 maka keuntungan bersih yang bisa didapatkan yaitu Rp. 14.000.000,00. Wow, angka yang cukup besar bukan?
Ini perkiraan rata-rata omzet yang bisa didapatkan jika bisa menjual 40 kotak per hari dalam waktu satu bulan. Jika pihak catering berhasil menjual lebih banyak lagi maka omzet yang diperoleh akan semakin besar juga.
Cara Memulai Usaha Catering
Apabila akan membuka usaha catering di rumah, berikut ini hal-hal yang harus di lakukan, antara lain:
-
Menyediakan Lokasi Usaha
Sebelum memulai usaha catering disarankan agar sudah punya tempat atau lahan sendiri sebagai dapur catering. Dan juga dapat menghemat biaya lainnya.
-
Mencari Karyawan
Untuk hal ini sejujurnya agak sulit untuk menemukan karyawan yang sesuai. Apalagi di zaman modern seperti saat ini yang didominasi kalangan muda yang minim pengalaman bekerja.
Karyawan yang direkrut harus yang loyal, jujur dan dapat dipercaya serta sesuai dengan kemampuan yang dibutuhkan. Cara yang dapat dilakukan dengan memasang info lowongan di forum-forum, grub loker Facebook dan lain-lain.
Ada beberapa bagian karyawan yang dibutuhkan oleh pihak catering, antara lain;
- Karyawan bagian memasak yang umumnya lulusan SMK Tata Boga yang pandai memasak dan juru masak pada restoran.
- Karyawan pada bagian pengiriman atau delivery catering. pastikan jika mahir mengemudi, mengetahui jalan di wilayah tersebut dan mempunyai SIM.
- Karyawan administrasi.
-
Mempersiapkan Peralatan Dan Perlengkapan Memasak
Setelah mendapatkan karyawan seesuai dengan kriteria masing-masing, langkah berikutnya yaitu membeli dan menyiapkan peralatan memasak seperti kompor, wajan, piring, sendok, garpu. Selain itu juga harus menyiapkan pembungkus makanannya seperti styrofoam, kertas nasi dan kotak karton.
-
Menyediakan Armada Pengiriman
Jika sudah memiliki transportasi sepeti mobil ataupun motor pribadi bisa dipergunakan sebagai armada pengiriman catering. Jika tidak memiliki mobil bisa menggunakan jasa taxi.
-
Mencari Konsumen Sebanyak Banyaknya
Untuk mendapat pelanggan cukup mudah dengan cara bekerja sama dengan instansi penyedia menu makanan yang harga terjangkau dan berkualitas. Opsi lain yang tersedia salah satunya adalah merekrut salesman yang bertugas untuk mencari pelanggan dan menawarkan catering di wilayah tersebut.
Langkah awal dalam mencari pelanggan adalah menawarkan jasa usaha catering di lingkungan terdekat terlebih dahulu. Bisa dimulai ke keluarga, sanak saudara, teman, tetangga dan lain-lain.
Berikanlah kepada calon pembeli menu catering sebagai sampel atau contoh untuk dicicipi secara gratis. Jika merasa puas dengan rasa dan pelayanan, pasti akan menjadi pelanggan.
Catering harus melakukan peluasan wilayah customer. Caranya yaitu memanfaatkan media promosi di internet seperti menggunakan blog, email, whats app, bbm, facebook, twitter, line, instagram, google plus dan lain-lain
Promosi usaha catering bisa juga dilakukan dengan cara membuat dan membagikan brosur mengenai bisnis catering, memasang spanduk dan pamflet usaha catering, memberikan kartu nama catering ke orang-orang canlon konsumen dan lain-lain.
-
Memasak Dalam Jumlah Kecil
Karena usaha catering masih berada di tahap awal maka konsumen atau pelanggan tidak terlalu banyak dan ramai. Hanya beberapa orang atau instansi, sehingga memasak dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Dan seiring berjalan waktu dengan pelanggan yang meningkat maka kuantitas dan kualitas masakan juga harus ditingkatkan.
Kendala Usaha Katering
Namun tak selamanya sebuah usaha berjalan mulus. Usaha catering juga banyak memiliki kendala dan halangan. Contoh yang nyata terjadi yaitu banyak pesaing yang berada di wilayah yang sama. Jika persaingan terjadi itu merupakan hal yang sangat wajar, maka bersainglah secara sehat dan damai.
Cara agar bisa bersaing seara sehat yaitu dengan memberikan keunggulan dan ciri khas catering. Seperti halnya dalam masalah rasa mungkin lebih enak dan lezat, harga yang lebih murah, menu yang lebih bervariasi dan komplit serta unik atau keunggulan yang tak dimiliki oleh kompetitor lain.
Baca juga: Bagaimana Sih Cara Memulai Usaha Kue Basah Seribuan
Tips Dan Trik Sukses Usaha Catering
Berikut ini adalah tips dan trik agar sukses dalam usaha catering, antara lain yaitu:
-
Menentukan Jenis Usaha Catering
Untuk memulai usaha catering, harus mengetahui jenis catering apa saja yang ada di pasaran. Dikarenakan banyaknya jenis catering maka difokuskan pada satu jenis catering terlebih dahulu. Apa saja jenis catering yang bisa dipilih?
- Catering Pesta: Catering pesta yaitu catering yang melayani pesta-pesta, seperti pesta pernikahan dan lain-lain. Biasanya catering ini menggunakan prasmanan.
- Catering Perusahaan/Kantoran: Catering yang diperuntukan untuk kantor yang memiliki karyawan dalam jumlah besar. Biasanya kantor membutuhkan jasa catering untuk makan siang pegawai kantor dan acara kantor tertentu.
- Catering Untuk Sekolahan: Catering untuk anak sekolahan harus kaya gizi dan nutrisi. Serta pihak sekolahan yang menyiapkan untuk para siswa.
- Catering Rumahan: Diperuntukan untuk acara rumahan seperti arisan dan tentunya bukan partai besar.
-
Menentukan Nama Brand
Nama brand yang harus digunakan yaitu yang jelas dan mudah diingat, serta nama yang relate dengan bidangnya. Setelah itu membuat logo dari catering agar terlihat lebih profesional.
Dari nama brand dan logo yang sudah ada bisa dicetak menjadi label makanan.
-
Mencari Supplier Murah Dan Berkualitas
Dari toko satu dan toko lainnya sudah pasti harga yang berbeda. Akan tetapi jika berbisnis catering otomatis harus mempersiapkan bahan baku dalam jumlah banyak. Karena perbedaan kecil itu nantinya akan menekan modal yang menjadi lebih sedikit.
Pilihlah toko yang menyediakan bahan baku paling murah. Tak hanya murah, pilih juga yang berkualitas, jangan sampai supplier tersebut menjual bahan baku yang tidak segar bahkan busuk. Sebaiknya, langsung saja membeli bahan di tempat ‘kulakan’ pasti mendapat harga yang lebih murah dari pada di pasar.
-
Melakukan Promosi
Salah satu tips agar usaha catering cepat berkembang yaitu melakukan promosi. Lakukanlah promosi dengan menggunakan berbagai macam media promosi dan dengan target pasar yang tepat.
Tidak seperti jaman dulu, dimana promosi hanya mengandalkan ‘mulut ke mulut’ saja, sekarang ini promosi bisa memasarkannya di internet dengan pendekatan digital marketing.
Penggunaan website, media sosial, dan iklan digital contohnya. Semakin mudah diakses dan dilihat menarik, akan semakin banyak juga customer yang berdatangan. Jika melakukan promosi secara online, buat foto produk semenarik mungkin, dari foto, kemasan, intinya buat konten yang menarik.
-
Memperhatikan Kualitas Makanan
Tentunya ingin usaha catering terus berjalan bukan? Terlebih jika sudah mempunyai pelanggan tetap. Tidak hanya penambahan omzet, namun juga akan mendapat koneksi bisnis yang cukup luas.
Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya harus memperhatikan kualitas dari makanan yang dipasarkan. Setidaknya makanan yang disajikan layak untuk dikonsumsi. Lebih bagus lagi jika rasa makanan catering yang dipasarkan mempunyai cita rasa yang khas.
-
Memberikan Pelayanan Yang Optimal
Pelayanan yang optimal ke setiap pelanggan harus diperhatikan oleh pihak catering. Jika mempekerjakan karyawan maka berilah training agar lebih profesional dalam bekerja.
Jangan ada customer yang komplain karena pelayanan yang kurang baik. Sehingga pelanggan tidak puas dan lebih memilih menggunakan jasa catering lain. Hal ini jangan sampai terjadi.
-
Pembukuan
Setelah bisnis catering berjalan berjalan dengan baik, jangan lupa untuk melakukan pembukuan berkala. Hal ini sangat penting karena bisa mengetahui untung-rugi dari usaha.
Setiap transaksi yang dilakukan juga harus tercatat dengan baik, sehingga memudahkan ketika melakukan auditing perusahaan. Saat ini banyak sekali pengusaha muda yang sering mengabaikan pembukuan, alhasil pencatatan keuangan tidak tercatat dengan baik dan bisa menghancurkan usaha catering itu sendiri.
Ingin mengembangkan keterampilan anda dalam bisnis catering? Bergabunglah dengan pelatihan usaha catering kami dan jadilah ahli dalam industri kuliner. Tingkatkan kemampuan catering anda dan raih kesuksesan di industri kuliner!


