Pakan Ternak Dari Rumput Kolonjono

Rumput kolonjono adalah salah satu jenis rumput yang cocok untuk pakan ternak, karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, tahan terhadap genangan air dan erosi tanah, dan mudah ditanam dan dipanen. Rumput ini berasal dari Afrika dan telah menyebar ke berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Pakan ternak dari rumput kolonjono digunakan sebagai pakan baik secara segar maupun kering, dan dapat dicampur dengan pakan konsentrat atau pakan hijauan lainnya

Mengapa Rumput Kolonjono Baik Untuk Pakan Ternak?

Rumput kolonjono memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, seperti serat kasar, bahan kasar, lemak kasar, dan protein kasar. Berikut adalah tabel yang menunjukkan kandungan nutrisi rumput kolonjono per 100 gram.

Nutrisi Kandungan
Serat kasar 28,8%
Bahan kasar 12,5%
Lemak kasar 2,4%
Protein kasar 9,6%

Nutrisi-nutrisi tersebut memiliki manfaat bagi kesehatan dan produktivitas ternak, seperti meningkatkan pencernaan, pertumbuhan, reproduksi, dan produksi susu atau daging.

Cara Menanam Rumput Kolonjono

Rumput kolonjono dapat ditanam dan dirawat dengan mudah, asalkan memenuhi beberapa syarat, seperti lahan, bibit, pupuk, air, dan pemangkasan. Berikut adalah penjelasan tentang cara menanam dan merawat rumput kolonjono.

1. Memilih Lahan Yang Subur Dan Lembab

Lahan yang cocok untuk rumput kolonjono adalah lahan yang memiliki tekstur tanah liat berpasir, pH tanah 5-7, dan drainase yang baik. Lahan yang tergenang air atau tererosi dapat mengurangi pertumbuhan dan kualitas rumput kolonjono.

2. Menyiapkan Bibit

Siapkan bibit dari stek batang atau rimpang, dengan panjang sekitar 15-20 cm dan memiliki 2-3 ruas. Bibit dapat diperoleh dari tanaman rumput kolonjono yang sudah berumur 6-12 bulan. Bibit harus sehat, segar, dan bebas dari penyakit atau hama.

3. Menanam Bibit

Tanam bibit dengan jarak tanam 50 x 50 cm atau 75 x 75 cm, dengan kedalaman 5-10 cm. Jarak tanam dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, semakin luas lahan, semakin lebar jarak tanam. Kedalaman tanam harus cukup agar bibit dapat berakar dengan baik dan tidak mudah tercabut.

4. Memberikan Pupuk

Berikan pupuk kkamung atau kompos sebelum dan sesudah tanam, dengan dosis sekitar 10-15 ton/ha. Pupuk kkamung atau kompos dapat meningkatkan kesuburan tanah dan menyediakan nutrisi bagi tanaman. Pupuk kkamung atau kompos dapat diberikan sebelum tanam dengan cara dicampurkan dengan tanah, atau sesudah tanam dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman.

5. Menyiram Rumput Kolonjono

Siram tanaman secara teratur, terutama pada musim kemarau. Rumput kolonjono membutuhkan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik, sekitar 600-800 mm/tahun. Air dapat diberikan dengan cara alami, seperti hujan, atau buatan, seperti irigasi. Air yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman busuk atau layu.

6. Membersihkan Gulma dan Hama

Bersihkan gulma dan hama yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Gulma dan hama dapat bersaing dengan tanaman dalam hal nutrisi, air, dan cahaya. Gulma dan hama dapat dibersihkan dengan cara manual, seperti mencabut atau memotong, atau kimia, seperti menyemprotkan pestisida. Gulma dan hama yang sering menyerang rumput kolonjono adalah rumput liar, tikus, ulat, dan kutu daun.

7. Memangkas Kolonjono

Pangkas tanaman setiap 60 hari sekali, dengan tinggi pemotongan sekitar 5 cm dari tanah. Pemangkasan dapat merangsang pertumbuhan tunas baru dan meningkatkan kualitas rumput. Rumput yang dipangkas dapat digunakan sebagai pakan ternak atau bibit. Rumput yang tidak dipangkas dapat tumbuh terlalu tinggi dan tua, sehingga mengurangi kandungan nutrisi dan palatabilitasnya.

Mengolah Rumput Kolonjono Menjadi Pakan Ternak Berkualitas

Rumput kolonjono dapat diolah menjadi pakan ternak yang berkualitas dengan cara memilih rumput, membersihkan rumput, merajang rumput, menyimpan rumput, dan memberikan rumput kepada ternak. Berikut adalah penjelasan tentang cara mengolah rumput kolonjono menjadi pakan ternak yang berkualitas.

1. Memilih Rumput Yang Masih Muda Dan Segar

Rumput yang masih muda dan segar memiliki kandungan nutrisi dan palatabilitas yang tinggi, sedangkan rumput yang sudah tua dan kering memiliki kandungan nutrisi dan palatabilitas yang rendah. Rumput yang masih muda dan segar juga lebih mudah untuk dirajang dan disimpan.

2. Membersihkan Rumput Dari Kotoran

Kotoran dan benda asing dapat mengurangi kualitas dan kebersihan rumput, serta dapat menyebabkan penyakit atau keracunan pada ternak. Kotoran dan benda asing dapat dibersihkan dengan cara mencuci atau menggoyang-goyangkan rumput

3. Merajang Rumput

Merajang rumput dapat memudahkan ternak mengunyah dan mencerna rumput, serta menghemat ruang penyimpanan. Merajang rumput juga dapat meningkatkan kualitas fermentasi rumput, jika rumput dijadikan sebagai silase atau haylage.

Mesin chopper rumput atau mesin pencacah rumput adalah alat yang dapat memotong rumput dengan cepat dan rata, dengan menggunakan pisau yang berputar. Mesin chopper rumput memiliki kelebihan seperti mudah digunakan, hemat bahan bakar, dan dapat mengatur ukuran potongan.

4. Menyimpan Rumput Yang Sudah Dirajang

Menyimpan rumput yang sudah dirajang dapat menjaga kualitas dan kesegaran rumput, serta mencegah kerusakan atau pembusukan. Menyimpan rumput dengan cara menumpuknya dapat dilakukan jika rumput akan digunakan dalam waktu dekat, dengan cara menata rumput di atas alas yang rata dan bersih, seperti kayu, bambu, atau jerami. Menyimpan rumput dengan cara membungkusnya dengan plastik dapat dilakukan jika rumput akan digunakan dalam waktu lama, dengan cara mengemas rumput dalam kantong plastik yang kedap udara, seperti plastik polietilen atau polipropilen.

5. Memberikan Rumput Kepada Ternak

Memberikan rumput yang sudah dirajang dapat meningkatkan konsumsi dan pemanfaatan rumput oleh ternak, serta mengurangi limbah atau sisa pakan. Memberikan rumput dengan cara mencampurkannya dengan pakan konsentrat atau pakan hijauan lainnya dapat meningkatkan kandungan nutrisi dan palatabilitas pakan, serta menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi ternak.

Demikian yang dapat kami sampaikan, kami berharap artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi Kamu yang tertarik dengan rumput kolonjono sebagai pakan ternak.

Terima kasih sudah membaca artikel yang dapat kami tulis mengenai rumput kolonjono, sampai jumpa di artikel berikutnya!