Pakan Sapi Berkualitas Jenis dan Cara Pembuatannya

Pakan sapi berkualitas harus sesuai dengan jenis, umur, berat, dan tujuan penggemukan sapi, memenuhi kebutuhan nutrisi, pertumbuhan.

Pakan sapi berkualitas juga harus seimbang dan mengandung jumlah protein, energi, mineral, vitamin, dan air yang cukup.

Peternak dapat menggunakan berbagai jenis pakan sapi berkualitas tinggi, termasuk pakan hijauan, konsentrat, fermentasi, dan tambahan. Semua jenis pakan sapi berkualitas tinggi dijelaskan di sini.

1. Pakan Sapi Berkualitas Hijauan

Pakan hijauan adalah pakan yang berasal dari tanaman hijau, seperti rumput, leguminosa, dan dedaunan. Ini mudah didapat dan murah, dan mengandung banyak air, serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan dan pencernaan sapi.

Namun, kandungan protein dan energi pakan hijauan rendah, sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sapi penggemukan.

Contoh pakan hijauan yang berkualitas adalah rumput benggala, rumput gajah, setaria, rumput raja, lamtoro, galam, kaliandra, desmodium, centro, daun singkong, daun lamtoro, dan daun gamal. Mereka juga memiliki kandungan protein dan energi yang tinggi.

Bagaimana cara memberikan pakan hijauan yang berkualitas tinggi?

  • Pilih tanaman hijau berkualitas sesuai dengan kriteria di atas.
  • Agar tanaman hijau mudah dimakan sapi, potong tanaman menjadi ukuran 5-10 cm.
  • Berikan pakan hijauan sebanyak 2-3% dari berat badan sapi setiap hari, jika dikeringkan
  • Pastikan kadar airnya tidak lebih dari 15% agar tidak mudah busuk. Berikan pakan hijauan pada pagi dan sore hari.

2. Pakan Konsentrat

Terdiri dari biji-bijian, bekatul, bungkil, biji-bijian, dan tepung ikan, pakan konsentrat adalah jenis pakan yang tinggi protein dan energi.

Pakan konsentrat mahal dan harus diberikan dengan hati-hati agar tidak menyebabkan masalah pencernaan, tetapi mereka dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi daging sapi serta mengurangi konsumsi pakan hijauan dan mempercepat masa penggemukan sapi.

Pakan konsentrat yang berkualitas tinggi tidak mengandung jamur atau bahan berbahaya, memiliki warna cerah, tekstur halus atau kasar sesuai dengan jenisnya, dan kandungan protein dan energi yang tinggi.

Jagung, kedelai, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bekatul, tepung ikan, garam, dan premix mineral-vitamin adalah beberapa contoh pakan konsentrat yang baik.

Cara memberikan pakan konsentrat yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Pilih bahan-bahan yang berkualitas sesuai dengan kriteria di atas.
  • Campurkan bahan-bahan tersebut dengan perbandingan yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi sapi. Sebagai contoh, komposisi pakan konsentrat untuk penggemukan sapi bisa berupa 50% jagung, 20% bungkil kedelai, 15% bekatul, 10% tepung ikan, 4% garam, dan 1% premix mineral-vitamin.
  • Haluskan atau giling bahan-bahan tersebut hingga menjadi butiran-butiran kecil.
  • Berikan pakan konsentrat sebanyak 1-1,5% dari berat badan sapi per hari. Sebaiknya berikan pakan konsentrat pada siang hari setelah memberikan pakan hijauan.

3. Pakan Sapi Fermentasi

Pakan yang telah difermentasi oleh mikroorganisme, seperti ragi atau bakteri asam laktat, untuk meningkatkan nilai gizi dan kecernaan.

Mereka juga dapat mengurangi gas rumen dan menghentikan pertumbuhan mikroorganisme patogen. Makanan fermentasi dapat dibuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan murah seperti jerami, tetes tebu, gedebog pisang, dan lain-lain.

Pakan fermentasi yang berkualitas terdiri dari silase, haylage, amoniasi, dan biofermentasi, serta memiliki warna coklat kekuningan, tekstur lembut, aroma asam manis, dan tidak mengandung jamur atau bahan berbahaya.

Cara memberikan pakan fermentasi yang berkualitas adalah sebagai berikut:

  • Pilih bahan-bahan yang berkualitas sesuai dengan kriteria di atas.
  • Potong bahan-bahan tersebut menjadi ukuran sekitar 5-10 cm agar mudah difermentasi.
  • Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam drum atau wadah tertutup yang bersih dan kering.
  • Tambahkan mikroba atau probiotik yang sesuai dengan jenis pakan fermentasi yang ingin dibuat. Mikroba atau probiotik bisa dibeli di toko-toko peternakan atau dibuat sendiri dengan menggunakan ragi, gula, dan air.
  • Tutup drum atau wadah tersebut rapat-rapat dan biarkan selama beberapa hari hingga terjadi proses fermentasi.
  • Berikan pakan fermentasi sebanyak 2-3% dari berat badan sapi per hari. Sebaiknya berikan pakan fermentasi pada pagi dan sore hari bersama dengan pakan hijauan.

4. Pakan Tambahan

Pakan tambahan biasanya terdiri dari mineral, vitamin, garam, dan air, dan digunakan untuk melengkapi kekurangan nutrisi dari pakan hijauan, konsentrat, dan fermentasi.

Ini penting untuk kesehatan, kesuburan, dan produktivitas sapi. Pakan tambahan yang berkualitas terdiri dari blok mineral, lickstone, molasses, urea, dan air bersih.

Berikut ini adalah cara terbaik untuk memberikan pakan tambahan :

  • Pilih bahan-bahan yang berkualitas sesuai dengan kriteria di atas.
  • Siapkan wadah atau tempat yang bersih dan mudah dijangkau oleh sapi untuk menempatkan pakan tambahan.
  • Berikan pakan tambahan secara teratur sesuai dengan kebutuhan sapi. Sebagai contoh, berikan blok mineral sebanyak 50 gram per ekor per hari, lickstone sebanyak 100 gram per ekor per hari, molasses sebanyak 500 gram per ekor per hari, urea sebanyak 30 gram per ekor per hari, dan air bersih sebanyak 40 liter per ekor per hari.
  • Perhatikan reaksi sapi terhadap pakan tambahan. Jika sapi menunjukkan gejala keracunan atau alergi, segera hentikan pemberian pakan tambahan tersebut dan konsultasikan dengan dokter hewan.