Menjelang pernikahan, akan menguras waktu, tenaga pikiran. Mempersiapkan itu juga tidak mudah, terutama pertimbangan jumlah tamu pada acara.
Karena banyaknya undangan akan sangat menentukan pesta anda nantinya. Oleh karena itu, Anda harus mengantisipasi dan mencari cara efektif untuk menghemat uang dengan tetap menyelenggarakan acara sesuai rencana.
7 Trik Pertimbangan Jumlah Tamu
Berikut adalah 7 trik untuk mengelola jumlah tamu pada suatu acara pernikahan, simak selengkapnya :
1. Kapasitas lokasi yang sesuai
Jika Anda ingin mengadakan resepsi intim hanya dengan beberapa tamu, pilihlah lokasi yang sesuai dengan rencana Anda, calon pengantin.
Memilih kapasitas yang terlalu besar untuk penonton yang sedikit pasti akan menimbulkan pemborosan. Selain itu, terbatasnya kapasitas ruangan juga mendorong Anda untuk membatasi jumlah undangan.
2. Hitung persentase tamu
Setelah memesan lokasi pernikahan, tentukan proporsi tamu yang akan hadir 50% untuk tamu kedua mempelai dan 25% untuk tamu kedua orang tua.
Untuk menunjukkan rasa hormat, beberapa pasangan memutuskan untuk membagi “ekstra” dengan kedua mempelai membayar lebih untuk resepsi.
Pastikan semua tamu yang diinginkan orang tuamu ada dalam daftar, calon pengantin.
3. Utamakan keluarga dan pasangan
Hal pertama yang perlu Anda pikirkan saat membuat daftar tamu adalah keluarga dan pasangan Anda. Kelompok orang yang termasuk dalam keluarga jenis ini adalah keluarga inti dan keluarga besar seperti saudara kandung, ayah, dan ibu.
Jangan lupakan kakek dan nenekmu jika mereka masih di sini. Jika Anda sangat dekat dengan sepupu Anda, tidak ada salahnya mengundang mereka.
Namun jika hubungan Anda dengan sepupu Anda biasa saja, maka kehadiran orang tuanya di pernikahan Anda melambangkan kehadiran mereka.
4. Lingkungan yang bersahabat
Anda mungkin memiliki teman sejak sekolah atau kuliah dan Anda masih berteman baik hingga saat ini.
Jika Anda dan mereka sudah rutin berhubungan minimal 6 bulan hingga satu tahun, tak ada salahnya mengajak mereka. Apalagi jika Anda sangat mengharapkan kehadiran mereka di hari baik Anda.
5. Teman Kantor Persahabatan
Anda dengan staf kantor pada awalnya didasarkan pada hubungan profesional. Namun, karena mereka rutin bertemu dan bekerja sama, hubungan profesional mereka secara umum menjadi lebih dekat.
Jika ada teman di tempat kerja, sebaiknya Anda hanya mengundang atasan dan beberapa teman dekat saja.
6. Tetangga
Daftar tamu berikutnya adalah para tetangga. Biasanya hal ini akan diputuskan oleh orang tua kedua mempelai. Tetangga yang Anda ajak biasanya adalah tetangga yang mengenal baik keluarga Anda.
Namun Anda harus memperhatikan karakteristik lingkungan tempat Anda tinggal dan lingkungan tetangga Anda.
Terkadang orang merasa iri karena tidak diundang padahal orang lain diundang. Jika Anda menghadapi situasi seperti ini, jangan khawatir dengan apa yang akan mereka katakan.
Yang terbaik adalah mengundang orang-orang yang Anda dan keluarga Anda kenal baik.
7. Orang dengan interaksi yang kuat
Katakanlah Anda telah menulis daftar tamu yang mencakup keluarga, teman, rekan kerja, dan tetangga. Namun setelah dihitung, ternyata nama yang terdaftar semuanya melebihi kuota tamu yang Anda tetapkan.
Anda dapat kembali ke daftar tamu yang dibuat. Coba ingat-ingat: apakah ada di antara nama-nama ini yang sudah lama hilang kontak?
Jadi kapan terakhir kali Anda dan keluarga menghubunginya? Orang-orang yang tetap berhubungan baik dengan Anda selama setahun terakhir adalah orang-orang yang dapat Anda prioritaskan dibandingkan orang-orang yang sudah lama tidak Anda hubungi.

