Kentang goreng merupakan salah satu makanan favorit banyak orang terutama di Indonesia. Rasanya yang gurih dan renyah membuatnya cocok untuk disantap sebagai camilan atau pelengkap makan siang. Tidak heran, banyak orang yang tertarik untuk membuka usaha kentang goreng sebagai sumber penghasilan.
Namun, memulai usaha kentang goreng tidak semudah membalik telapak tangan. Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan agar usaha Anda bisa berjalan lancar dan menguntungkan. Berikut adalah 7 tips yang bisa Anda terapkan jika ingin memulai usaha kentang goreng untuk pemula:
1. Tentukan Target Pasar dan Lokasi Usaha
Sebelum membuka usaha kentang goreng, Anda harus menentukan siapa target pasar Anda dan di mana lokasi usaha Anda. Target pasar adalah kelompok orang yang menjadi sasaran pemasaran Anda, sedangkan lokasi usaha adalah tempat di mana Anda menjual produk Anda.
Target pasar dan lokasi usaha saling berkaitan erat. Anda harus memilih target pasar yang sesuai dengan lokasi usaha Anda, dan sebaliknya. Misalnya, jika Anda ingin menjual kentang goreng di dekat sekolah, maka target pasar Anda adalah pelajar dan guru. Jika Anda ingin menjual kentang goreng di dekat kantor, maka target pasar Anda adalah pekerja kantoran.
2. Pilih Jenis Kentang Goreng yang Akan Dijual
Kentang goreng memiliki berbagai jenis dan varian yang bisa Anda pilih untuk dijual. Ada kentang goreng biasa, kentang goreng balado, kentang goreng keju, kentang goreng pedas, dan lain-lain. Anda harus menyesuaikan jenis kentang goreng yang akan dijual dengan selera target pasar Anda.
Anda juga bisa menciptakan jenis kentang goreng yang unik dan berbeda dari yang lain. Misalnya, Anda bisa menambahkan topping atau saus yang menarik, seperti cokelat, madu, mayones, atau sambal. Atau, Anda bisa membuat bentuk atau ukuran kentang goreng yang tidak biasa, seperti spiral, keriting, atau jumbo.
3. Siapkan Bahan Baku dan Peralatan Usaha
Bahan baku utama untuk membuat kentang goreng adalah tentu saja kentang. Anda harus memilih kentang yang berkualitas baik, segar, dan bebas dari penyakit atau hama. Selain itu, Anda juga harus menyiapkan bahan-bahan lain sesuai dengan jenis kentang goreng yang akan dijual, seperti minyak goreng, tepung panir, garam, merica, bumbu-bumbu, saus, keju parut, dan lain-lain.
Peralatan usaha yang dibutuhkan untuk membuat kentang goreng antara lain adalah pisau, talenan, alat pengupas kentang (potato peeler), wajan penggorengan (deep fryer), kompor gas atau listrik, saringan minyak (oil filter), timbangan digital (digital scale), tempat penyimpanan (storage container), nampan saji (serving tray) dan lain-lain yang bisa Anda dapatkan disini.
4. Tentukan Harga Jual dan Strategi Pemasaran
Harga jual adalah salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usaha kentang goreng Anda. Anda harus menetapkan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi, target pasar, dan persaingan. Jangan terlalu murah atau terlalu mahal, karena bisa membuat pelanggan enggan membeli produk Anda.
Anda bisa menggunakan rumus sederhana untuk menentukan harga jual, yaitu:
Harga jual = (Biaya produksi + Keuntungan) / Jumlah produk
Biaya produksi adalah jumlah uang yang dikeluarkan untuk membuat satu produk, termasuk bahan baku, peralatan, tenaga kerja, listrik, gas, dan lain-lain. Keuntungan adalah jumlah uang yang ingin Anda dapatkan dari setiap produk. Jumlah produk adalah jumlah produk yang bisa Anda buat dari satu kali produksi.
Misalnya, Anda ingin membuat 100 buah kentang goreng dengan biaya produksi Rp 50.000 dan keuntungan Rp 10.000. Maka, harga jual per buah kentang goreng adalah:
Harga jual = (Rp 50.000 + Rp 10.000) / 100
Harga jual = Rp 600
Selain menentukan harga jual, Anda juga harus menyiapkan strategi pemasaran untuk menarik pelanggan. Anda bisa menggunakan berbagai media untuk mempromosikan usaha kentang goreng Anda, seperti spanduk, brosur, flyer, kartu nama, media sosial, website, blog, atau online marketplace.
5. Kelola Keuangan dan Administrasi Usaha
Keuangan dan administrasi adalah dua hal yang penting untuk dikelola dalam menjalankan usaha kentang goreng. Anda harus mencatat semua transaksi yang terjadi dalam usaha Anda, baik pemasukan maupun pengeluaran. Hal ini berguna untuk mengontrol arus kas, menghitung laba rugi, dan membuat laporan keuangan.
Anda juga harus memperhatikan aspek administrasi usaha Anda, seperti perizinan usaha, pajak usaha, sertifikat halal (jika perlu), dan lain-lain. Hal ini berguna untuk menjaga legalitas usaha Anda dan menghindari masalah hukum di kemudian hari.
6. Tingkatkan Kualitas Produk dan Pelayanan
Kualitas produk dan pelayanan adalah dua hal yang sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan. Anda harus selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan usaha kentang goreng Anda agar pelanggan merasa senang dan mau datang lagi.
Dengan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, Anda bisa meningkatkan loyalitas dan kepercayaan pelanggan terhadap usaha kentang goreng Anda. Hal ini akan berdampak positif terhadap omset dan reputasi usaha Anda.
7. Evaluasi dan Inovasi Usaha
Terakhir, tetapi tidak kalah penting, Anda harus rutin melakukan evaluasi dan inovasi usaha kentang goreng Anda. Anda bisa menggunakan berbagai metode untuk melakukan evaluasi dan inovasi usaha, seperti analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), survei pelanggan, benchmarking (membandingkan usaha Anda dengan pesaing atau standar industri), brainstorming (mengumpulkan ide-ide kreatif), atau eksperimen (mencoba hal-hal baru).
Dengan melakukan evaluasi dan inovasi usaha secara berkala, Anda bisa menyesuaikan usaha kentang goreng Anda dengan perkembangan pasar dan kebutuhan pelanggan. Hal ini akan membuat usaha Anda tetap relevan dan kompetitif di tengah persaingan yang ketat.
Itulah 7 tips memulai usaha kentang goreng untuk pemula yang bisa kami berikan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin membuka usaha kentang goreng. Selamat mencoba!


